4 Oktober 2010

10 Benda Kotor Yang Sering Kita Pakai

| 4 Oktober 2010
Tanpa disadari, banyak benda di sekitar kita yang berpotensi menjadi sarang
bakteri dan tempat berpindahnya virus, bakteri dan penyakit. Diantara semua
benda yang sering dipegang, ada 10 benda paling kotor yang cukup
membahayakan kesehatan meski sebenarnya tampak bersih.

Seperti dikutip dari Health, berikut ini 10 benda paling
kotor yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Uang

semua orang suka uang, tapi pastinya tidak akan ada yang suka dengan bakteri
di dalamnya.
Menurut Dr Darlington dari the Health Commissioner of New York, sekitar
135.000 bakteri ada pada uang, terutama uang kertas.

2. Tombol lampu

Biasanya orang terakhir atau pertama masuk di ruangan adalah yang paling
sering bersentuhan dengan tombol lampu.
Bakteri sangat senang hidup di area yang banyak disentuh oleh banyak orang
itu.
Menurut ahli sanitasi, dalam setiap inci tombol lampu ada sekitar 217
bakteri yang bisa berpindah dari tangank e tangan.

3. Keyboard komputer

Sebuah studi di Inggris pernah menyebutkan bahwa bakteri yang ada di
keyboard komputer lebih banyak daripada bakteri yang ada di toilet.
Untuk itu sebaiknya bersihkan keyboard secara rutin dengan alat khusus
pembersih keyboard atau bisa juga dengan menggunakan lap basah.

4. Handphone/ponsel

Ponsel adalah barang yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.
Akibat tidak lepas itu, maka ponsel dijadikan tempat favorit bagi ribuan
bakteri untuk menetap.
Bakteri suka menempel pada ponsel karena temperaturnya yang hangat dan cocok
untuk pertumbuhannya.
Untuk menghindarinya, saat ini sudah ada pelapis anti mikroba untuk ponsel
yang bisa melindungi ponsel dari bakteri dan mengurangi risiko bakteri
menempel di wajah dan tangan Anda.

5. Tempat duduk toilet

Meski terlihat bersih dan licin, tapi permukaan tempat duduk toilet yang
terbuat dari porselin sangat berpotensi sebagai tempat berpindahnya virus,
bakteri dan penyakit-penyakit tertentu.
Data statistik menunjukkan, terdapat 295 bakteri dalam setiap inci permukaan
tempat duduk toiletnya.

6. Kereta belanja

Berbelanja menggunakan kerete belanja memang lebih mudah dan mengasyikkan,
tapi menurut peneliti dari University of Arizona, kereta belanja mengandung
bakteri, air liur, dan bahan-bahan menjijikkan lainnya yang lebih banyak
daripada eskalator, telepon umum bahkan kamar mandi umum.

7. Remote control

Seberapa sering Anda menumpahkan makanan pada remote control dan tidak
membersihkannya? Lewat remote control, bakteri MRSA, SARS dan bakteri
lainnya bisa masuk ke dalam tubuh.
Jangan biarkan remote control menjadi ancaman saat Anda sedang asyik
menonton TV.

8. Bak mandi

Bak mandi adalah bagian dalam rumah yang sering terlupakan.
Ketika ada seseorang dalam keluarga yang terkena penyakit infeksi
staphylococcus, infeksi saluran kemih, pneumonia, septicemia atau penyakit
kulit, baru disadari bahwa bak mandi adalah sarangnya bakteri.
Percaya atau tidak, bakteri yang tergenang di dalam bak mandi lebih
berbahaya daripada bakteri yang ada di dalam lubang toilet.
Membersihkan bak mandi seminggu sekali bisa mengurangi risko penyakit yang
tidak diinginkan.

9. Wastafel dapur

Dapur adalah tempat paling kotor diantara semua bagian rumah lainnya,
apalagi bagian wastafelnya. Ada sekitar 500.000 bakteri yang terdapat pada
setiap inci wastafel.
Untuk mengatasinya, cobalah membersihkan wastafel dengan setengah cangkir
baking soda dan setengah cangkir cuka.
Setelah itu, jangan lupa siram dengan air untuk mendapatkan wastafel yang
bersih dan higienis.

10. Spons untuk mencuci

Alat untuk mencuci piring ini adalah barang yang sangat nyaman dijadikan
tempat berkembangnya bekteri karena memiliki kelembaban yang tinggi dan
pori-pori yang kecil.
Salah satu cara ampuh untuk menghilangkan bakteri dari barang ini adalah
dengan memanaskannya dalam microwave selama 60 detik.
Penemuan ini tentu saja bukan untuk menakut-nakuti orang, tapi sekedar
mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan termasuk benda-benda kecil yang
kerap kita anggap remeh.

Source : http://jelajahunik.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar